Ibnu.web.id

Windows

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 12 Januari 2017

Yuk Kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

21.28.00 0



Ibnu.web.id - Mungkin sebagian dari teman-teman belum tahu apa sih STT Bandung? Alamatnya dimana?

Oke saya akan jelaskan kepanjangan STT Bandung apa, alamatnya dimana, dan keunggulannya apa di banding perguruan tinggi swasta di Kota Bandung.

STT Bandung adalah Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang berada di Jl. Soekarno Hatta No. 378 Bandung 40235 Jawa Barat.

Di STT Bandung ini terdapat 3 jurusan yaitu Teknik Informatika (S1), Teknik Industri (S1), dan Desain Komunikasi Visual (S1).

STT Bandung ini resmi berdiri pada tanggal 5 Oktober 1991 dengan nomor SK Dirjen DIKTI No: 197/DIKTI/Kep/1992.

STT Bandung sebagai institusi pendidikan yang telah berdiri lebih dari 24 tahun telah mendapat beberapa kali perpanjangan ijin operasional dari DIKTI (Terakhir dengan nomor: 1396/D/T/K-IV/2009 tanggal 11 Maret 2009).

Di STT Bandung juga mempunyai Himpunan Mahasiswa di antaranya HIMATIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika), HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri), dan HMDKV (Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual.

Selain Himpunan Mahasiswa di STT Bandung juga mempunyai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di antaranya PASUMA (Paduan Suara Mahasiswa), Futsal, BKC ( Bandung Karate Club), Angklung STTB, Mapala Suraung, STT Bandung Music Society, UFP (Unit Film Maker & Photography), PARTI (Paguyuban Rider Technical Independent), IKMI (Ikatan Mahasiswa Islam), dan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen).

Dari segi biaya menurut saya STT Bandung adalah Perguruan Tinggi Swasta yang paling murah di Bandung di bandingkan dengan PTS lain yang ada di kota Bandung.

Jadi teman-teman semua tidak perlu lagi ragu untuk masuk ke STT Bandung karena STT Bandung legal dan sah perizinannya.

Untuk info lebih lanjut teman-teman bisa kunjungi di www.sttbandung.ac.id atau via media sosial Facebook di Sekolah Tinggi Teknologi Bandung , Twitter @STT_Bandung , dan Instagram @sttbandung dan jika bingung menuju lokasi teman-teman bisa manfaatkan aplikasi google map dengan tujuan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung atau klik disini.
Read More

Senin, 19 Desember 2016

Seri Tokoh Uang NKRI Emisi 2016 - Djuanda, Sosok Penting Dibalik Indonesia Sebagai Negara Kepulauan

17.29.00 0

Ibnu.web.id - Bank Indonesia secara resmi telah meluncurkan emisi uang terbaru hari ini (18/12) terdapat 11 desain baru yang diluncurkan untuk uang rupiah NKRI. Dalam desain baru tersebut seluruhnya berupa sosok tokoh pahlawan nasional Republik Indonesia. Namun Bank Indonesia tidak mengeluarkan secara resmi alasan dibalik pemilihan tokoh-tokoh tersebut. Oleh karena itu, Ibnu.web.id berusaha untuk mengorek kembali sejarah yang menyangkut jasa-jasa para pahlawan tersebut.
Penjelasan Uang NKRI pecahan Rp 50.000 emisi 2016 (Foto: dok. Bank Indonesia)
Tokoh kali ini adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, sosok kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911. Beliau merupakan tokoh penting dibalik penyebutan Indonesia sebagai negara kepulauan berkat Deklarasi Juanda di tahun 1957. Sebab tanpa deklarasi tersebut, Indonesia tidak akan mampu menjadi sebuah negara kepulauan yang menyatu dengan setiap wilayah lautnya.
Berikut adalah isi dari Deklarasi Juanda
Isi dari Deklarasi Juanda yang ditulis pada 13 Desember 1957, menyatakan:
1. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
2. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan
3. Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan :
- Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat
- Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan
- Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI
Seperti diketahui, sebelum adanya Deklarasi Juanda, Indonesia hanya memiliki wilayah laut sejauh 3 mil dari daratan terujung setiap pulau yang masuk dalam zona Ordonansi Hindia Belanda 1939. Sehingga kapal-kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut.
Hal penting yang disebutkan dalam Deklarasi Juanda tidak lain adalah bahwa Indonesia menganut prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang wilayahnya meliputi laut sekitar, diantara dan di dalam kepulauan. Berkat prinsip ini kemudian Indonesia dapat menjadi satu kesatuan wilayah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan prinsip ini kemudian, Indonesia dapat menarik 196 garis batas lurus dari titik pulau terluar (kecuali Irian Jaya) yang menghasilkan garis batas maya yang mengelilingi Republik Indonesia sepanjang 8.069,8 mil laut. Sehingga pada masa itu wilayah Republik Indonesia membesar menjadi 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang meski merupakan wilayah Indonesia namun pada saat itu belum diakui secara internasional.
Walaupun deklarasi tersebut telah dicetuskan sejak tahun 1957, baru pada tahun 1982, deklarasi ini secara resmi dapat diterima dan diakui sebagai konvensi hukum laut PBB ke-III (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Keberhasilan ini kemudian diikuti dengan keputusan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid yang menetapkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara.
Juanda tampaknya sangat memahami bagaimana pentingnya garis batas wilayah ini bagi Indonesia yang merupakan negara dengan berbagai pulau saat itu. Meski bukan sebagai seorang yang dekat dengan bidang kelautan, latar belakang pendidikannya yang cukup baik membuatnya mengerti tentang bagaimana melakukan manajemen sebuah negara. Hal tersebut terbukti ketika Juanda berulang kali ditunjuk sebagai menteri untuk berbagai bidang sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tercatat, beliau pernah menjadi Menteri Pengairan, Kemakmuran, Keuangan bahkan Pertahanan. Tidak heran bila kemudian Juanda disebut sebagai menteri marathon.
Kiprah abdi Djuanda pada bangsa berakhir ketika beliau wafat di Jakarta 7 November 1963 atau 19 tahun sebelum Deklarasi Juanda diakui PBB. Beliau meninggal karena serangan jantung dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan sebagai Bandara udara di Surabaya-Sidoarjo yang juga berkat perjuangannya membangun lapangan terbang yang sempat menjadi bandara terbesar kedua di Asia Tenggara itu.
Melihat prestasi dan jasa Djuanda pada negeri ini, rasanya tidak heran jika kemudian Bank Indonesia menetapkan beliau sebagai salah satu sosok pahlawan nasional yang muncul dalam pecahan uang 50.000 rupiah emisi tahun 2016.
Sumber : dari berbagai sumber
Read More

Sabtu, 12 November 2016

Tentang Jodoh Tidak Usah Gundah, Tuhan Telah Siapkan Yang Terindah

16.27.00 0
Tentang Jodoh Tidak Usah Gundah, Tuhan Telah Siapkan Yang Terindah

Ibnu.web.id - Mengenai lahir, rizki, hidup, mati maupun jodoh merupakan misteri serta takdir Tuhan yang tak bisa diprediksi begitu saja. Walau kita sudah berusaha keras dan berdoa untuk mendapatkan yang terbaik dari itu semua, pada dasarnya ketetapan Tuhan tetaplah segala-galanya. Sementara apapun itu hasilnya, kita harus senantiasa menerimanya dengan perasaan ikhlas serta lapang dada.

Kalau berbicara mengenai takdir khususnya jodoh, nampaknya pembicaraan ini akan sangat panjang dan seolah tiada habisnya. Ya, jodoh. Suatu hal yang begitu dinantikan banyak orang khususnya mereka yang masih jomblo atau single. Meski banyak dari kita yang masih jomblo alias single mengatakan "#NggakPapaJomblo toh aku bahagia atau #NggakPapaJomblo toh aku merasa nyaman dan banyak yang suka," saya yakin bahwa dari hati yang paling dalam tersimpan rasa rindu teramat dalam dan berharap bahwa sang jodoh akan segera datang.

Apalagi nih ya, ketika teman sepantaran telah menemukan jodoh atau pasangan masing-masing. Juga, ketika orang sekitar senantiasa bertanya "kapan nyusul? kapan nih kamu yang nikah? kapan bapak dan ibumu bisa bertemu calon mantu? atau kapan-kapan lainnya." Jujur saja, hal ini tentu akan membuat kamu merasa risih, jadi lebih mikir mengenai jodoh dan juga lebih gundah. Jika kamu sudah mulai gundah akan datangnya jodoh, tenangkan lagi hati kamu dan percaya bahwa Tuhan telah siapkan rencana yang terindah.

Tak Kunjung Ketemu Jodoh Bukan Berarti Tak LakuTapi...

Kedengarannya pepatah ini cukup kasar, tapi, kalau kita ambil sisi positifnya, pepatah ini benar adanya. Seseorang yang belum juga bertemu jodohnya belum tentu dia tidak laku atau tidak ada yang mau menikah dengannya. Mungkin saja, seseorang tersebut memang belum berpikir untuk serius berumah tangga karena ia masih punya tanggungan lain seperti halnya menyelesaikan pendidikannya, mendapatkan pekerjaan yang layak atau karena ia memang sedang ingin berjuang untuk keluarganya alias bapak ibunya lebih dulu.

Seseorang yang belum juga bertemu jodohnya bisa saja memiliki impian yang masih harus ia capai sebelum akhirnya ia benar-benar memutuskan untuk melepas masa lajangnya. Bisa juga, orang ini sedang memilih seseorang yang benar-benar sesuai dengan kata hatinya dan sepemikiran dengannya. Walau terkadang untuk mencintai bisa dipelajari, bukankah mencintai akan sangat mengesankan bila ia tumbuh secara misteri tanpa disadari?

Setiap Orang Pasti Akan Bertemu Jodohnya

Kapan pun dan di mana pun itu, setiap orang pasti akan bertemu dengan jodohnya. Kalau memang tak bertemu di dunia, mungkin Tuhan telah siapkan jodoh terbaiknya di Surga.

Misteri akan jodoh ini memang tak bisa diprediksi begitu saja. Bisa saja, seseorang akan berjodoh dengan teman lamanya, dengan tetangganya atau dengan seseorang yang tak saling mengenal sebelumnya. Kalau sudah jodoh, apapun dan bagaimana pun halangan yang ada, kedua orang yang telah berjodoh tetap akan bersatu di pelaminan atau altar pernikahan.

Sementara mereka yang tak pernah berjodoh, sekuat apapun mereka berusaha mempertahankan hubungan yang dibangun bersama, keduanya akan tetap terpisahkan antara satu dengan lainnya. 


"Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu mawaddah dan rahmat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum, 21)." 

Tugasmu Memantaskan Diri, Agar Saat Bertemu Tak Saling Menyakiti

Buat kamu yang saat ini masih jomblo atau single, tugasmu saat ini adalah memantaskan diri. Memantaskan diri sendiri bisa saja dengan memperbaiki sikap, belajar lebih banyak mengenai semua hal terutama yang berhubungan dengan hati agar saat kamu dan sang jodoh dipertemukan dan disatukan dalam hubungan pernikahan, kalian berdua akan senantiasa membahagiakan dan tak akan pernah tega untuk saling menyakiti apalagi mengkhianati. Tuhan telah berjanji bahwa seseorang yang baik, maka ia juga akan disandingkan dengan pasangan yang baik pula.

Dari pada masa jomblo atau single yang ada sekarang digunakan untuk banyak mengeluh, merana dan gundah, alangkah baiknya jika masa-masa itu dinikmati dan dibuat menjadi lebih bermanfaat. Pada dasarnya, ada waktu di mana kita akan dibersamakan dengan jodoh kita. Ada saat di mana kita akan berjuang bersama, menggapai cita bersama dan membangun keluarga bahagia nantinya. Senantiasa tersenyumlah untuk menyambut datangnya jodoh yang telah ditetapkan oleh-Nya dan terimalah dengan perasaan tulus ikhlas karena-Nya.
Read More

Rabu, 22 Juni 2016

Supaya Puasa Kamu Gak Batal, Ini Tips Berpacaran yang Perlu Kamu Terapkan

16.08.00 0
Supaya Puasa Kamu Gak Batal, Ini Tips Berpacaran yang Perlu Kamu Terapkan

Kalau lagi puasa gini, pacaran bisa bikin batal puasa gak sih? Pasti banyak di antara kamu yang bertanya-tanya, secara puasa kan menahan hawa nafsu. Gak cuma nafsu bukan makan aja, tapi juga nafsu lainnya termasuk nafsu pacaran. Nah lo, buat kamu yang gak lagi jomblo, pasti gak mau kan kalau cowok atau cewek kamu justru membuat ibadah kamu gak lancar? Tapi mau putus sementara pas bulan puasa kok sayang ya?

Mending ikutin tips-tips berikut ini aja yuk, supaya aktivitas pacaran gak ganggu puasamu.

1. Sepakati dulu dengan si pacar tentang batasan yang kalian buat selama bulan puasa.

Sebelum masuk bulan puasa, buat kesepakatan awal sama pacar soal batasan pacaran ala kalian selama bulan puasa. Misalnya gak boleh gandengan tangan, sentuhan fisik, atau ngomong mesra selama puasa. Buat juga hukuman atau konsekuensi bagi yang melanggarnya. Kalau bisa konsekuensinya dibikin agak berat ya.

2. Hindari tempat-tempat sepi yang memungkinkan kalian 'asyik berduaan', gak ada salahnya kan ganti tempat kencan?

Tempat sepi adalah tempat terlarang buat kalian selama bulan puasa. Bisa bahaya tuh kalau kalian pacaran di tempat sepi baik siang ataupun malam. Alternatifnya, kalian bisa kok cari tempat yang ramai buat kencan pas puasa. Kalian bakalan risih banget pas pacaran di tempat ramai. Udah banyak orang, pas bulan Ramadan lagi. Jadi gak bakal tuh keluar niat jelek buat mesra-mesraan.

3. Kalau perlu, ajak orang ketiga buat nemenin kalian pacaran, dijamin aman deh.

Selama bulan puasa, kamu dan pacar juga bisa mengajak orang ketiga buat ikut kencan. Misal kakak, adik, teman, atau bahkan orang tua. Gak mungkin kan kalian macem-macem kalau ada mereka?

4. Jangan pergi di siang bolong, mending ajak pacar buka bareng atau teraweh bareng aja supaya puasamu tetap terjaga.

Pacaran di siang bolong pas puasa emang bikin iman goyah. So, pilih waktu yang tepat buat kencan. Misalnya pas lagi buka puasa, atau bisa juga kalian pergi tarawih bareng supaya gak muncul keinginan buat mesra-mesraan.

Read More

Senin, 20 Juni 2016

Qari Asal Ciamis Juara MTQ Tingkat Internasional di Turki

19.05.00 0
Qari Asal Ciamis Juara MTQ Tingkat Internasional di Turki

Qari asal Indonesia, Ust Zainal Abidin menjadi juara pertama tilawah terbaik dalam ajang Musabaqah ke-IV Internasional Holy Quran Memorization (Hafidz) Recitation (Qiraah) Competition yang berlangsung di Masjid Fatih Istanbul, 10 hingga 20 Juni 2016.
 
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh kementerian Agama Turki ini dikuti lebih 40 negara dan dihadiri Presiden Turki Recep Thayeb Erdogan yang menyampaikan sambutan dan selamat kepada para pemenang usai shalat Jumat yang diikuti ribuan jamaah.


Tahun lalu, Indonesia juga berhasil juara dalam cabang Tilawah (Recitation) Alquran atas nama Takdir Feriza Hasan, Qari asal Aceh yang juga diundang sebagai tamu kehormatan pada even tahun ini.


Sementara cabang Hafizd dimenangkan oleh Abdul Zakir, anak muda asal Bangladesh.

Ustadz Zainal Arifin kepada Haber TV yang didampingi Ketua PPI Turki, Azwir Nazar mengatakan, sangat senang dan bersyukur bisa diundang ke Turki dan kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia.


"Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa disini, Turki juga negeri yang sangat indah, semoga kedepannya lebih bisa menjaga dan mengamalkan alquran" sebutnya dalam Interview usai bertemu Erdogan dan pembagian hadiah.


Ini berarti dalam dua tahun berturut turut Qari asal Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.


PPI Turki mengucapkan selamat kepada Ustadz Zainal Abidin, Qari asal Ciamis atas apa yang diraihnya dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di Turki dan Internasional.


"Kami sangat terharu dan bangga ternyata Indonesia terus melahirkan orang orang terbaik sebagai negara muslim terbesar di dunia. Kita patut bersyukur dan memberi apresiasi yang tinggi," ujar Azwir Nazar.

Read More

Sabtu, 18 Juni 2016

11 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2016. Adakah Kampusmu?

16.46.00 0


Lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds merilis hasil survei  peringkat universitas Asia 2016 dengan tajuk QS University Ranking: Asia 2016.

Penentuan peringkat 11 universitas terbaik Indonesia didasarkan pada peringkat universitas di Indonesia di kancah peringkat Asia.

Hasilnya, 11 perguruan tinggi terbaik Indonesia 2016 secara berturut-turut adalah: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran,  Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Bina Nusantara.

11 Universitas Terbaik Indonesia di Kancah Asia :


Peringkat UI, ITB, UGM meningkat signifikan. Peringkat UI meningkat dari 79 tahun lalu menjadi 67, ITB melejit dari 122 ke 86, dan UGM dari 137 ke 135.

Dua universitas negeri lain yang mengalami lompatan peringkat adalah IPB dari 211-220 ke 190 dan Undip dari 261-270 ke 231-240.

Ada pun universitas negeri yang mengalami penurunan peringkat secara drastis adalah Universitas Padjajaran dari 168 ke 199.

"Perguruan tinggi lain yang masuk peringkat tahun ini adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Muhammadiyah Surakarta di kelompok peringkat 251-300 serta Universitas Brawijaya dan Universitas Bina Nusantara di kelompok peringkat 301-350," tulis laporan laporan QS University Rankings: Asia 2016 tersebut.

Penetapan peringkat perguruan tinggi tersebut didasarkan pada hasil riset Quacquarelli Symonds dengan menggunakan 9 indikator untuk menyusun peringkat 350 universitas Asia 2016. Rinciannya sebagai berikut.

1.Reputasi akademis (bobot 30%)

Survei dilakukan ke kalangan akademisi kampus di setiap jurusan/pogram studi untuk mengukur kekuatan jurusan/program studi tersebut.

2.Reputasi karyawan (bobot 10%)

Mensurvei karyawan administrasi perguruan tinggi untuk mengukur kualitas layanan administasi perguruan tinggi.

3.Rasio fakultas/mahasiswa (bobot 20%)

Dihitung dari rasio jumlah dosen dengan jumlah mahasiswa yang lulus dari setiap program studi di perguruan tinggi

4.Penghargaan hasil riset (bobot 15%)

Indikatornya adalah jumlah riset ilmiah perguruan tinggi yang mendapatkan penghargaan sebagai tolok ukur reputasi karya ilmiah tersebut, yang dianalisis dengan program Scopus.

5. Jumlah riset ilmiah per fakultas (bobot 15%)

Dengan menggunakan aplikasi Scopus, jumlah riset ilmiah per fakultas dikalkulasi menjadi skor dengan bobot penilaian 15%.

6-7. Proporsi fakultas internasional (2,5%) dan mahasiswa internasional (2,5%)

Indikator ini menganalisis jumlah program studi internasional yang ada di perguruan tinggi tersebut.
Sementara itu, pengukuran jumlah mahasiswa program studi internasional itu dilihat dari rasio jumlah mahasiswa internasional dibandingkan dengan pegawai administrasi PT sebagai penentu kualitas layanan administrasi program studi internasional tersebut.

8-9.Proporsi pertukaran mahasiswa ke luar negeri (2,5%) dan proporsi penerimaan pertukaran mahasiswa dari luar negeri.

Indikator ini dilihat dari jumlah mahasiswa yang dikirim ke luar negeri dalam rangka program pertukaran mahasiswa serta penerimaan mahasiswa dari luar negeri dalam rangka program tersebut.

Dari 9 indiaktor itu, Quacquarelli Symonds kemudian memeringkat 350 universitas di Asia 2016. Peringkatnya bertambah 50 universitas dibandingkan dengan riset  QS University Ranking: Asia 2015 yang hanya memeringkat 300 universitas.

Apakah ini berarti Quacquarelli Symonds hanya mensurvei  11 perguruan tinggi di Indonesia. Simona Bizzozero, Kepala Humas Quacquarelli Symonds, menegaskan lembaga survei global itu melakukan kajian terhadap seluruh universitas di Indonesia.

“Hanya 11 universitas itulah yang memenuhi  9 indikator itu dengan tiga kriteria dari kami,” ujarnya melalui surat elektronik.

Simona menyebutkan tiga kriteria adalah (1) memiliki program studi sarjana dan pasca sarjana; (2) menggelar riset minimal di dua dari program studi seni & humaniora, ilmu alam, ilmu hidup, ilmu sosial, serta teknologi & rekayasa; (3) disurvei dari responden staf pengajar dan staf administrasi secara global.
Read More

Post Top Ad